ALIANSI BOIKOT ART JOG 2016 [Ajakan Aksi]

Freeport

Apalah arti kesenian bila terlepas dari derita lingkungan (WS. Rendra)

Tidak menentunya nasib saudara-saudara kita Papua hari ini, selain menjadi penderitaan mereka, pada hakekatnya merupakan penderitaan seluruh rakyat indonesia.

Intimidasi, pembunuhan, penghisapan semuanya terjadi sejak PT. Freeport McMoran pertama kali beroperasi (1967) hingga kini. Seluruhnya dilakukan atas nama eksploitasi kekayaan alam Papua yang dimotori oleh PT. Freeport. Demi memperlancar dan mengamankan proses eksploitasi kekayaan alam Papua, melalui kekuatan uang, PT. Freeport membeli tenaga keamanan negara seharga 14 juta dollar pertahun. Dengan dalih pengamanan, mereka dibayar untuk membunuh saudara sendiri. Kecaman dan gugatan terhadap operasi PT.

Freeport dengan bermacam cara telah dilakukan, baik jalur sosial, pendidikan, politik, maupun kebudayaan. Namun tanpa ampun PT. Freeport terus membasmi siapapun yang melawan eksistensinya. Meski demikian, perjuangan dan perlawanan rakyat terus berlanjut sampai hari ini. pembangunan solidaritas dan kesadaran ke berbagai pihak atas dampak buruk dari praktek eksploitasi sumber daya alam Papua terus dilakukan. Berbagai ikhtiar ini dikerjakan dengan sungguh-sungguh oleh segenap lapisan masyarakat demi terciptanya keadilan sosial bagi masyarakat yang selama ini mengalami penindasan, terwujudnya lingkungan dan ruang hidup yang lestari, dan solidaritas anak semua bangsa terhadap korban eksploitasi sumber daya alam yang terjadi di negeri ini. Tapi di tengah perjuangan rakyat Papua melawan penindasan yang dilakukan PT. Freeport, laku seni yang seharusnya menjadi penyemai perlawanan dan wahana yang bisa menguatkan solidaritas berbagai kalangan masyarakat justeru mabuk dan terlena dengan uang berlimpah dari perusahaan-perusahaan yang terindikasi kuat melakukan perusahaan dan penghisapan sumberdaya alam.

Aktivitas kesenian yang bertajuk ArtJog 2016 telah jelas menjadi corong korporasi yakni PT. Freeport guna memutihkan semua kesalahan PT. Freeport di muka publik. Aktivitas kesenian ini juga mendapatkan sponsor dari Bank Mandiri yang mengucurkan kredit bagi pendirian PT. Semen Indonesia di Rembang. Tiadanya tanggapan nyata dari para penyelenggara dan seniman yang ikut dalam gelaran seni Art Jog ini menunjukkan bukti bahwa pelaku seni yang terlibat dalam Art Jog baik sengaja maupun tak sengaja abai terhadap persoalan sosial di negeri ini. Selain itu, keikutsertaan para seniman dalam Art Jog menunjukkan rendahnya sikap dan kepedulian kesenian terhadap persoalan kemanusiaan yang menjadi perhatian publik. Bagaimana mungkin mereka tega menelan nasi pemberian PT. Freeport manakala di Papua saudara kita berlumuran darah perlawanan? Hingga hari ini masih bisa kita saksikan betapa murahnya harga nyawa saudara kita di Papua karena mempertahankan hak-hak mereka.
Kami Aliansi Boikot Art Jog akan mempertegas posisi:
1. Kami tidak anti atau menolak kegiatan seni apapun. Kami menolak seni yang tak berperikemanusiaan. Dan bahwa pagelaran seni Art Jog dengan mengusung tema kemanusiaan adalah kesalahan fatal karena itu kontraproduktif dengan realita yang ada.
2. PT. Freeport dan perusahaan yang merusak lingkungan lainnya adalah sumber masalah dari kekisruhan dalam pagelaran seni Art Jog 2016.
3. Penyelenggara Art Jog harus bertanggungjawab atas pengikutsertaan PT. Freeport dan perusahaan yang merusak lingkungan sebagai sponsor kegiatan yang mana hal itu menimbulkan kekisruhan dan kesalahpahaman.

Oleh sebab inilah, kami Aliansi Boikot Art Jog menutut:
1. Putuskan kontrak karya dengan PT. Freeport
2. Tolak kontrak PT. Freeport pada aktivitas kesenian di berbagai wilayah di Indonesia
3. Kepada ketua penyelenggara Art Jog 2016, Heri Pemad, kembalikan uang PT. Freeport di Art Jog.
4. Menghimbau pada para penyelenggara kegiatan seni dan sekalian seniman untuk tidak bekerja sama dengan PT. Freeport dan perusahaan hitam lainnya.

Kami dari Aliansi Boikot Art Jog mengajak kawan-kawam yang peduli terhadap Rakyat untuk bergabung dan ikut dalam perjuangan ini.

Titik kumpul di 0KM dan akan longmarch menuju tempat penyelenggaraan Artjog di Jogja National Museum (JNM). Pada:

Hari: Kamis, 16 Juni 2016
Jam: 15:00 WIB-hingga selesai

Tolak kebudayaan yang menindas!!!