Mereka yang Sembahyang Idul Fitri di Tenda Perlawanan

Bahasa perlawanan rakyat selalu muncul dalam berbagai bentuk dan menggunakan semua institusi dan modal sosial yang dimilikinya untuk menyatakan perlawanan tersebut. Di Rembang, warga yang menolak kehadiran perusahaan semen, mengekspresikan perlawanan mereka dengan cara menautkannya dengan praktik keberagamaan: Sembahyang Hari Raya Idul Fitri di Tenda Perlawanan. Terpal yang dalam keseharian dipakai sebagai Tenda Perlawanan terhadap perusahaan semen, kali ini dibuka, dan dijadikan sebagai alas untuk menunaikan sembahyang. Panjang Umur Perlawanan!!! [Foto oleh Supiyon dan Joko Prianto]. 

7_rembang 6_rembang 5_rembang 4_rembang 3_rembang 2_rembang 1_rembang