Nonton dan Diskusi Film: “Main Kayu”, FNKSDA Jombang

main-kayu

Front Nahdliyin untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam (FNKSDA) Jombang, bekerjasama dengan Alfiyah Institut, akan mengadakan nonton dan bedah film “Main Kayu”. Film ini dapat ditonton/diunduh di sini link berikut: https://www.youtube.com/watch?v=143BDAsyt9k.Acara akan diadakan pada 28 November 2016 dengan detil seperti yang dapat dibaca pada poster.

Acara ini diadakan dalam rangka memperingati hari menanam pohon Indonesia. Film yang berdurasi kurang dari 60 menit ini menceritakan tentang kehidupan para pencari kayu hutan yang sering berseteru dengan perusahaan milik negara, Perhutani. Film ini menarik untuk didiskusikan karena film ini menceritakan tentang kehidupan masyarakat di sekitar hutan yang aksesnya terhadap hutan dan kepemilikannya terhadap tanah di kawasan area di bawah penguasaan Perhutani tereksklusi.

Saat zaman Kolonial Belanda, para pencari kayu atau penebang kayu di hutan ini disebut blandong dan itu merupakan pekerjaan sehari-hari mereka. Namun sekarang blandong sudah berubah maknanya menjadi seorang pencuri kayu di hutan.Ini berarti, rakyat telah menjadi tamu di tanahnya sendiri. Karena pada awalnya, tanah yang berada di bawah penguasaan Perhutani ini adalah milik rakyat.

Sampai sekarang, kondisi yang disampaikan dalam “Main Kayu” ini masih terus berlangsung di sekitar 6.300 desa di Jawa dan Madura pada area dengan luas total sekitar 2,5 juta hektar. Kondisi ini adalah salah satu struktur ketimpangan yang menyebabkan banyak munculnya konflik-konflik agraria di Indonesia, terutama di Jawa dan Madura, dewasa ini.