PT. RUM Sukoharjo Terus Melakukan Pencemaran, Warga Sekitar Pabrik Gelar Istighosah dan Doa Bersama

WhatsApp Image 2019 11 08 at 11.49.14

Sukoharjo, 8 November 2019

Warga terdampak PT. RUM dari desa Ngrapah, Pengkol, Plesan, Gupit, Celep di Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo yang tergabung dalam jamaah warga terdampak PT. RUM, P3L (Persatuan Perempauan Peduli Lingkungan), SAMAR (Sukoharjo Melawan Racun) pada Jum’at malam 7 November 2019 mengadakan doa bersama dan istighosah dalam rangka memohon bantuan dari Tuhan atas perjuangan warga dalam melawan pencemaran dari PT. RUM.

Ratusan warga dengan sangat antusias hadir mengikuti agenda yang dilaksakan di Masjid Besar Nguter tersebut. Bapak Tomo selaku tokoh perjuangan warga menyampaikan bahwa sudah 2 tahun sejak PT. RUM berdiri 2017, pencemaran yang dilakukan baik berupa pencemaran limbah cair dan udara terus saja masif dilakukan. Sanksi administratif berupa paksaan pemerintah dengan penghentian sementara oleh Bupati yang berhenti 23 Agustus 2019 nyatanya tidak digubris oleh perusahaan.

Terakhir Pemkab Sukoharjo mengeluarkan perintah agar PT. RUM mengurangi produksi dan terus melakukan perbaikan dampak bau selama satu minggu sejak 26 Oktober 2019. Namun kembali lagi bau yang sangat mengganggu itu masih saja dirasakan oleh warga sekitar PT. RUM.

Melalui Istighosah malam hari ini, ratusan warga yang hadir ingin agar perjuangan melawan pencemaran PT. RUM mendapatkan semangat dan pertolongan dari Allah secara dhohir dan batin.

Ustadz Agus Zakaria dalam sambutannya menyampaikan bahwa esensi dari lagu Indonesia Raya karya W.R. Supratman adalah “bangunlah jiwanya bangunlah badannya, untuk Indonesia Raya” dimana seharusnya Jika Indonesia ingin maju, sejahtera dan adil maka syaratnya adalah bangunlah jiwa rakyatnya baru kemudian bangun badannya. Sepertihalnya kondisi di Sukoharjo ini jika pemerintah ingin rakyatnya sejahtera maka seharusnya jiwa kehidupan rakyat haruslah dipenuhi oleh pemerintah. Bau busuk PT. RUM tidak ada kembali.

WhatsApp Image 2019 11 08 at 11.49.09

Lanjutnya, Gus Fayyadl dari Front Nahdliyyin untuk Keadilan Sumber Daya Alam (FNKSDA) berpesan bahwa perjuangan warga jangan sampai terputus. Karena cara mensyukuri nikmat Allah adalah dengan meneruskan perjuangan. Perjuangan saat ini adalah perjuangan menjaga diri yang menjadi salah satu dari 5 hal pokok yang harus dijaga dalam Islam; menjaga diri, menjaga harta, menjaga keluarga, menjaga agama, dan menjaga fikiran.

Terakhir Ustadz Muhammad Andika dari MWC NU Nguter, Sukoharjo menyampaikan bahwa perjuangan kita melawan pencemaran ini adalah berjuang dhohir bantin yang barokahnya adalah dunia dan akhirat. Maka perjuangan ini harus terus ada baik secara langsung maupun lewat doa.

Sampai siaran pers ini dibuat bau busuk menyengat masih muncul sejak pukul 00.15 yang menyebar luas di wilayah Gupit, Pengkol hingga puluhan kilometer sampai Sukoharjo Kota, Banmati dan sekitarnya.

#hentikanpencemaranlingkungan

#tolakptrum

Narahubung:
H. Mulyono : 0813 3051 8522 (Warga Terdampak PT. RUM)
Panji : 0857 2635 3762 (SAMAR)
Arip : 0853 2524 9293 (LBH Semarang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *