Browse By

All posts by fnksda_web_admin

No Thumbnail

SIARAN PERS “DIPASUNG SEMEN JILID II”

WASIAT BUMI UNTUK PRESDIDEN JOKO WIDODO Warga Kendeng Membawa Tanah Dari 27 Kabupaten di Jawa Tengah Untuk Presiden Jokowi Ibu Bumi Wis Maringi Ibu Bumi Dilarani Ibu Bumi Kang Ngadili Bumi aji padha bareng dienciki Kudu tetep lestari Kanggo anak putu tembe mburi Pak Jokowi

No Thumbnail

ALIANSI KORBAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR INDONESIA

Jokowi mencanangkan pemerintahannya atas garis infrastruktur. Garis yang terbukti membuat sempoyongan rakyat dan lahan-lahan rakyat semakin terpapar dimangsa oleh investor yang rakus, didukung oleh politisi-politisi korup. Kebijakan itu tertuang dalam Perpres No. 3/2016 (https://www.dropbox.com/s/za96ty9bckvhjlk/Perpres-Nomor-3-Tahun-2016-Lampiran.pdf?dl=0). Di sini kita bisa melihat ratusan proyek nasional yang telah, sedang,

No Thumbnail

Kegiatan-Kegiatan FNKSDA Maret 2017

Dalam Maret 2017 ini FNKSDA memiliki berbagai kegiatan di beberapa daerah. Kegiatan-kegiatan ini adalah bagian dari pengorganisasian terus-menerus sebagai tanggapan FNKSDA terhadap banyak kasus agraria yang terjadi di Indonesia. FNKSDA Malang mengadakan “Ngaji Agraria,” “Nonton Bareng,” dan “Diskusi Buku.” Sementara FNKSDA Cirebon mengadakan “Nonton Bareng dan

No Thumbnail

Surat Rakyat Kendeng untuk Presiden Jokowi

  Kami  adalah  bagian  dari  warga  desa-desa  di  bentang  alam  karst Kendeng  yang  akan  bangkrut  penghidupan  taninya  karena  adanya pabrik  semen  PT  Semen  Indonesia  di  Rembang  beserta penambangan  bahan  semen  lainnya  di  wilayah  kami.  Kami  datang kembali  berbondong-bondong  ke  ibukota  negara, untuk  rawe-rawe rantas, malang-malang

No Thumbnail

Aksi Ibu-ibu tolak tambang Tumpang Pitu

Video 2: Aksi pendudukan ibu-ibu penolak tambang Tumpang Pitu, mereka dipaksa keluar dari lubang galian untuk kabel listrik untuk kepentingan tambang: 9/3/2017; Ratusan perempuan Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, melakukan aksi di dekat lokasi pertambangan emas Gunung Tumpang Pitu. Aksi tersebut mereka lakukan untuk menolak pembangunan jaringan