Koalisi Masyarakat Sipil dan Mahasiswa Jember Boikot Pilpres Oligarki 2019

WhatsApp Image 2019-04-14 at 23.19.18

Hiruk-pikuk kontestasi pemilu presiden belum juga usai, detik-detik hari di mana pesta demokrasi yang telah menyesaki ruang hidup kita selama kurang lebih lima bulan terakhir, akan segera berakhir pada 17 April esok. Tetapi pekik perlawanan di basis-basis konflik rakyat, atas upaya perluasan penindasan di segala sektor baik energi, agraria, serta isu perburuhan masih akan terus bergolak, siapapun pemimpin yang terpilih nantinya.

Hal ini kami yakini, setelah sajian data akurat dari kawan-kawan kelompok masyarakat sipil, bahwa di belakang kedua pasangan capres-cawapres terdapat bohir-bohir besar dan taipan-taipan dengan kuasa modal tak terbatas yang akan mengendalikan secara penuh kebijakan, baik di bidang ekonomi dan politik, oleh kelompok di belakang Jokowi dan Prabowo kelak.

Taipan-Taipan ini membiayai logistik kampanye baik Tim Kampanye Nasional (TKN) Pasangan calon nomor 01, maupun Badan Pemenangan Nasional (BPN) Pasangan calon nomor 02. Sehingga sebagus apapun narasi yang disajikan dalam debat-debat calon presiden, sesungguhnya yang menentukan arah kebijakan adalah aktor-aktor di belakang layar keduanya.

Kabar buruknya, para bohir serta taipan di belakang Jokowi maupun Prabowo adalah pihak-pihak yang bertanggung jawab atas penghancuran sosial-ekologis, ruang-ruang hidup rakyat, pada nyaris semua titik eksploitasi bisnis ekstraksi di republik ini.

Setelah sekitar satu bulan yang lalu koalisi masyarakat sipil Jember bersama Jaringan Advokasi Tambang (JATAM), menggelar diskusi “Oligarki Tambang di Belakang Layar Pilpres 2019,” serta pada 12 April 2019 menggelar bedah dokumenter ekspedisi Indonesia biru dengan judul “Sexy Killers,” merupakan film dokumenter yang menyajikan data oligarki tambang di belakang kedua kubu pasangan calon capres-cawapres. Secara gamblang menunjukan suatu relasi kuasa antara birokrasi dengan pemodal, menjadi titik kunci di mana konflik hingga ketidakadilan yang selama ini muncul, merupakan akibat dari kongsi jahat tersebut.

Maka pada Minggu tanggal 14 April 2019, Koalisi Masyarakat Sipil dan Mahasiswa Jember, menyatakan sikap boikot dan abstain dari gelaran pilpres 2019, berikut isi pernyataan sikap tersebut:

Bismillahhirrohmanirrohim

Kami Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Sipil telah mempertimbangkan dengan sebaik-baiknya, bahwa:

1. Pilpres 2019 telah dikooptasi oleh para purnawiran TNI sekaligus para oligarki pemilik tambang.

2. Pilpres 2019 telah mengkhianati kemanusiaan dengan merapatnya para purnawirawan yang memiliki latar belakang sebagai penjahat HAM di belakang kedua kubu capres dan cawapres.

3. Pilpres 2019 telah menciderai demokrasi dengan maraknya isu SARA, fitnah dan kebohongan, serta adu domba selama masa kampanye.

Berdasarkan beberapa hal di atas, dan sebagai ikhtiar kami untuk turut serta dalam upaya menjalin solidaritas bersama segenap warga korban kejahatan tambang, korban kejahatan HAM, serta masyarakat tertindas lainnya. Maka dengan ini KAMI SECARA SADAR, tanpa paksaan dari pihak manapun dan tanpa bertujuan untuk menguntungkan kubu atau calon tertentu, MENYATAKAN ABSTAIN DALAM PERHELATAN PILPRES PADA PEMILU 2019, DEMI MENJUNJUNG TINGGI NILAI-NILAI PANCASILA DAN MENGEMBALIKAN MARTABAT DEMOKRASI UNTUK KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA YANG LEBIH BAIK DI MASA MENDATANG.

Jember, 14 APRIL 2019
MAHASISWA DAN MASYARAKAT SIPIL

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *